Connect with us

Memiliki Rekan atau Keluarga dengan Bipolar Disorder, Bagaimana Menyikapinya?

Life

Memiliki Rekan atau Keluarga dengan Bipolar Disorder, Bagaimana Menyikapinya?

Memiliki Rekan atau Keluarga dengan Bipolar Disorder, Bagaimana Menyikapinya?

Hanya karena tidak kasat mata, bukan berarti tidak ada. Ungkapan ini mungkin cukup tepat untuk menggambarkan eksistensi kelainan psikologis. Dari luar, kita tidak bisa menilai atau mengetahui keberadaan kelainan ini pada seseorang. Yang lebih parah, kita terkadang menghakimi mereka dengan mengatakan bahwa mereka, yang mengidap kelainan psikologis ini, mengada-ada keadaan untuk membuat diri mereka dikasihani.

Cukup sadis. Kenapa? Kita tidak mengetahui kondisi mereka sesungguhnya, apa yang mereka rasakan, bagaimana mereka harus menahan rasa sakit tersebut, tetapi dengan tega kita mengatakan bahwa mereka merekayasa kondisi mereka sendiri.

 

Sekilas Bipolar Disorder

Hanya Karena Tidak Terlihat, Bukan Berarti Tidak Ada Sungguhan! – Sumber: healio.com

Salah satu kelainan psikologis yang hampir selalu dianggap tidak ada dan diremehkan, serta penderitanya lebih sering mendapat bully daripada bantuan, adalah Bipolar Disorder. Mungkin Anda sudah pernah mendengar istilah ini sebelumnya. Bipolar Disorder adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan adanya preubahan suasana hati secara ekstrim. Mengapa ekstrim? Karena perubahannya bisa sangat bertolak belakang seolah mirip dua kutub atau bi-polar. Di suatu waktu, penderita kelainan ini bisa merasa begitu bahagia. Namun beberapa saat kemudian ia bisa mengalami fase yang begitu menyedihkan, hingga membuatnya depresi.

Ada dua tipe Bipolar, yaitu Bipolar Tipe 1 yang penderitanya bisa mengalami level bahagia (kutub positif) sampai tingkat mania namun level depresi (kutub negatif) tidak terlalu dalam. Berbeda halnya dengan Bipolar 2 yang mana penderitanya bisa mengalami kondisi di dua kutub sampai level ekstrim.

Mohon untuk tidak menganggap bahwa kondisi ini sebatas sikap labil seseorang. Anda mungkin akan mengira bahwa orang yang ternyata mengidap Bipolar Disorder hanya orang yang butuh perhatian, tidak bisa mengendalikan emosi, atau mungkin tidak pernah dididik oleh orang tuanya dalam mengendalikan diri. Percayalah, mereka sudah berusaha mengendalikan diri, namun tak semudah membalikkan telapak tangan.

 

Bagaimana Kita Bisa Membantu?

Daripada kita menghakimi bahwa mereka adalah ‘orang-orang labil tingkat akut’, bukankah lebih baik kita memberikan empati dan mendukung mereka melewati kondisi kesehatan yang seperti ini? Perlu ditekankan bahwa Bipolar Disorder bukan sebuah penyakit. Ini adalah gangguan sekaligus ciri seseorang. Baik kita maupun penderitanya hanya bisa mengendalikan gangguan tersebut, belum bisa untuk disembuhkan.

Rangkul Penderita Bipolar! Mereka Juga Butuh Dukungan – Sumber: bipolarnow.com

Memang, penderita Bipolar Disorder akan mendapatkan obat khusus yang membantu mereka meredakan perasaan euforia maupun depresi berlebihan. Namun, ada baiknya ketika orang-orang di sekitar penderita Bipolar Disorder memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menangani dan membantu penderitanya dalam kehidupan sosial sehari-hari. Bagaimana caranya?

  1. UNDERSTAND! Butuh kesadaran dan kerendahan hati kita untuk mengetahui dan memahami hal-hal yang berkaitan dengan gangguan ini, termasuk apa penyebabnya dan bagaimana menghadapinya. Gejala setiap penderita berbeda. Orang-orang terdekat bisa mengklasifikasikannya sendiri sehingga mereka bisa meminimalisir sulutan terhadap timbulnya atau kumatnya Bipolar Disorder ini pada seseorang.
  2. Menerima dan Beradaptasilah. Anda tidak memiliki hak untuk menyingkirkan penderita Bipolar. Mereka juga manusia! Kedewasaan seseorang untuk bisa menerima dan beradaptasi dengan penderita Bipolar adalah hal mutlak yang menjadi kunci bagi Anda untuk bisa bersosialisasi dengan penderita Bipolar.
  3. Penderita Bipolar biasanya membutuhkan banyak dukungan dari orang-orang terdekat. Bukankah menjadi beban moral kita untuk mendukung rekan atau keluarga yang terlibat dalam kesulitan? Cobalah untuk meluangkan waktu lebih banyak agar bisa berkumpul, berbincang, dan mengajak para penderita Bipolar ini untuk bersosialisasi. Habiskan waktu untuk face-to-face dengan mereka sehingga mereka merasa memiliki arti bagi orang lain.
  4. Symptoms yang muncul pada penderita Bipolar akan bermacam-macam. Tidak jarang hal tersebut mungkin justru melukai perasaan dari orang-orang terdekatnya. Hal yang perlu diingat disini: jangan terlalu diambil hati. Terkadang, penderita Bipolar tidak menyadari apa yang sudah mereka lakukan. Mereka merasa begitu sedih atau gembira yang tidak bisa dikontrol. Ketika Anda sudah benar-benar memahami kondisi mereka, Anda tidak akan terlalu memedulikan symptoms yang mungkin melukai hati Anda sendiri.
  5. Baik Anda maupun penderita Bipolar, akan lebih baik jika bersama-sama melatih diri untuk mengelola stres dan menyadari betapa pentingnya memenuhi jam tidur harian. Pengelolaan stres bisa menjadi hal yang sangat menjengkelkan. Bukan hanya bagi Anda, percayalah, penderita Bipolar berjuang mati-matian mengelola emosi mereka sendiri. Meski begitu, jangan menyerah.
  6. Perbanyak pengetahuan Anda dengan membaca artikel atau jurnal yang memuat informasi tentang Bipolar Disorder dan cara penanganannya. Semakin hari, symptoms yang muncul akan semakin beragam, begitu pun dengan penyebabnya. Anda harus mengetahui perkembangan informasi tersebut sehingga bisa menangani kondisi penderita yang berjuang dengan kelainan psikologis mereka.

 

Banyak hal yang harus kita lakukan untuk bisa membantu dan menghadapi orang dengan Bipolar Disorder. Bukan hal yang mudah, tetapi bukan hanya Anda yang merasakan sulit. Mari sama-sama belajar untuk mengerti diri sendiri dan mengelola emosi dari dan bersama para pejuang Bipolar Disorder ini.

 

Referensi:

https://www.helpguide.org/articles/bipolar-disorder/helping-a-loved-one-with-bipolar-disorder.htm

Mahasiswi Ekonomi yang 'hobi' nulis. Punya ketertarikan jalan-jalan dan foto-foto. Sedikit gendut banyak bahagianya.

More in Life

Popular

To Top