Connect with us

Matematika: Dianggap Sulit atau Nyatanya Memang Sulit?

Life

Matematika: Dianggap Sulit atau Nyatanya Memang Sulit?

Matematika: Dianggap Sulit atau Nyatanya Memang Sulit?

Apa pelajaran semasa sekolah yang dianggap paling sulit? Kalau tanya pertanyaan model ini, jawabannya mungkin akan sama untuk sebagian besar penjawab: Matematika.

Pelajaran hitung-menghitung ini kayak sudah jadi kodratnya untuk dianggap sulit. Banyak yang merasa sangat gagal di pelajaran yang sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari ini. Sedekat apa? Sedekat tanggal gajian, mungkin 😀

Kenapa sih matematika selalu dianggap sulit? Kita yang kurang belajar atau dia memang tercipta rumit? Nggak perlu berpikir sulit-sulit, toh ternyata ada alasan yang membenarkan kalau matematika serupa hati wanita: complicated 😀

Alasan #1: Faktor Buku

Prof. Dr. ret. nat. Widodo, M.S., seorang guru besar matematika dari Universitas Gadjah Mada, menyatakan faktor buku sebagai alasan pertama mengapa matematika dianggap sulit, terutama oleh murid-murid di Indonesia. Buku matematika yang beredar di Indonesia sangat jarang yang menyajikan soal dalam bentuk konteks. Ini menjadikan matematika seolah sebuah pelajaraan yang abstrak dan rumit.

Alasan #2: Penanaman Kepercayaan bahwa Matematika itu Sulit

Duh, bingung deh 😀 – Sumber: washingtonpost.com

Tidak sedikit orang tua yang menanamkan pengertian ini pada anak-anaknya. Prof. Widodo juga menyebutkan bahwa momok ini akhirnya terbawa anak hingga dewasa dan menyebabkan mereka kesulitan untuk mempelajari dan menguasai materi matematika. Nah, Ibu-ibu dan Bapak-bapak, kurang-kurangi menakut-nakuti buah hati dengan statement matematika itu sulit, ya 😀

Alasan #3: Sudah Menganggap Sulit Dari Awal

Pernah dengar ungkapan ‘Apa yang kau pikirkan, maka itulah kenyataannya’? Yap, kira-kira seperti itulah faktor selanjutnya yang menjelaskan mengapa matematika dianggap sulit. Karena menganggapnya sulit dari awal, kita jadi kesulitan ketika sudah menghadapinya langsung. Kita memiliki pikiran bahwa kita tidak bisa menghadapinya, alhasil kita cenderung tidak bisa berpikir jernih dan terbuka. Konsekuensinya, kita gagal dalam menghadapi matematika.

Alasan #4: Merasa Tidak Bisa Tapi Tidak Mau Bertanya

Bertanyalah kalau sulit atau tidak bisa – Sumber: coachfederation.org

Nggak perlu untuk alasan matematika saja. Dalam semua hal, kalau tidak mau bertanya padahal sebenarnya tidak paham, ya sampai kapan pun tidak akan mengerti. Inilah faktor yang seharusnya bisa kita ubah. Kalau merasa kesulitan dalam memahami materi, jangan ragu untuk bertanya. Seperti pepatah, malu bertanya sesat di jalanToh, bertanya kan tidak ada salahnya? 😀

Alasan #5: Tidak Berusaha Memahami Ilmu Dasarnya

Naaaah, ketahuan lagi deh alasan riil mengapa matematika dianggap sulit. Hayo, mengaku saja. Pernah kan sok-sok mengerti materi sekarang supaya gurunya segera melanjutkan pembahasan materi ke bab baru?

Kebiasaan sok memahami (padahal nggak mengerti sama sekali) demi menyenangkan hati guru ini ternyata jadi biang ketidak pahaman kamu terhadap matematika. Ketika diberi materi-materi baru yang sebenarnya memiliki kualifikasi untuk memahami ilmu dasarnya – dan kamu tidak memahaminya, kamu hanya menambah beban bagi dirimu sendiri.

Alasan #6: BENCI MATEMATIKA 😀

Haduh, alasan ini deh yang susah untuk diperbaiki. Kalau sudah benci, mana bisa orang lain menuntut untuk jadi cinta? Kecuali ada pengorbanan dari dalam diri sendiri *eaa 😀

Itu dia beberapa alasan yang cukup logis untuk menjelaskan mengapa matematika itu sulit. Yaah, memang kebanyakan alasan dari dalam diri sendiri sih dan alasan-alasan tipe ini yang butuh kesadaran diri sendiri untuk berubah. Dan satu lagi, berubah untuk mencintai matematika memang nggak semudah berubah demi memperjuangkan si cinta 😀

Sekarang, keputusannya tinggal di kamu, kalau merasa masih butuh matematika tapi sadar diri kalau nggak terlalu jenius dalam permasalahan ini, kapan mau berubah? 😀

Continue Reading
You may also like...

Mahasiswi Ekonomi yang 'hobi' nulis. Punya ketertarikan jalan-jalan dan foto-foto. Sedikit gendut banyak bahagianya.

More in Life

To Top