Connect with us

Kisah Pendakian Traveler Wanita Muda

Life

Kisah Pendakian Traveler Wanita Muda

Wanita, selalu identik dengan kelembutan, ketulusan bahkan kelemahan bagi sebagian orang. Sepertinya slogan tersebut sudah tidak berlaku lagi,karena di era 2016 ini, di Indonesia mewabah virus yang menagihkan yaitu demam naik gunung. Bukan hanya pria, orang tua, wanita bahkan anak anak pun malah menjadi sorotan utama, bagi kaum mayoritas pecinta alam.

Berhubungan dengan hari kartini saat ini, rasanya sudah seharusnya kita sebagai manusia pribumi Indonesia memperingati untuk mengingat betapa wanita itu sangat tangguh dan dimuliakan. Kali ini kami akan berbicara soal pengalaman kisah pendakian traveler wanita muda, bernama Aida Zakiyatussaadah. Wanita yang akrab disapa Aida ini, memulai pendakiannya di akhir 2013 pada saat masih duduk di bangku kuliah di sebuah Politeknik di Jakarta. Ia mengaku, sebelumnya ia banyak sekali dihadapkan dengan tugas-tugas dan organisasi yang selalu jadi prioritas baginya. Akan tetapi, ketika memasuki masa kuliah yang mulai renggang, Ia mulai merasa bosan.

“Jadi efeknya ya bermasalah buat orang orang yang biasa sibuk, ga bisa diem, ga tenang kalo hidupnya kalem, yap bener kaya sosok gue ini. Ga penting apa yang dijalanin, ga seberapa masalah kalo banyak nemuin kata gagal yang penting hidup ini punya pengalaman dan cerita, terkhusus buat tantangan dan hal baru gua paling suka banget ibarat ya best friend forever nya gue lah

IMG_98988773290205

Perjalanan ke Palawangan Sembalun

Aida sempat merasa minder dengan berat badan dan tingginya yang menurutnya semi obesitas, May be. Terlebih ketika ada pengumuman adanya pendakian massal dari MAPALA kampus. Akhirnya dengan tekad yang tinggi dan kecintaannya pada petualang, muncullah keberanian untuk melakukan pendakian pertama kalinya bagi wanita kelahiran 22 tahun yang lalu ini.

“Niatnya waktu itu Cuma “Bismillah”, gak kerasa kantin udah semakin gelap waktu itu dan semua peserta sudah berkumpul. Panitia sibuk packing barang dan membagikan kaos tim serta nametag peserta. Sambil bengong selintas inget ‘ini kaya ospek aja padahal gua udah 2,5 tahun disini’”.

Pada saat itu, Ia sangat awam sekali dengan peralatan-peralatan gunung, seperti sleeping bag, nesting, hi cook dan perlaatan lainnya. Tapi Aida segera menepis rasa khawatirnya itu, karena yang terpenting Tuhan selalu berada disisinya. “Bismillah aja”, Hanya itu yang terlontar dari bibir wanita yang sudah melanglang buana melakukan traveling ini. Traveling yang sudah dilakoninya bukan hanya berupa perjalanan santai saja lho, Ia beberapa kali melakukan pendakian ekstrim ke gunung-gunung yang ada di bumi Nusantara ini. Badan lebam, kaki terkilir, dan luka luka lainnya adalah hal lumrah yang pernah Ia hadapi.

Nah, Berikut ini merupakan pengalaman pendakian pertama yang sudah Aida bagikan kepada kami.

Pages: 1 2 3 4

Continue Reading
You may also like...

Always say "Alhamdulillah."

More in Life

Popular

To Top