Connect with us

Karena Labil Bisa Merusak Segalanya, Ini Cara Atur Emosi Secara Efektif

Life

Karena Labil Bisa Merusak Segalanya, Ini Cara Atur Emosi Secara Efektif

Karena Labil Bisa Merusak Segalanya, Ini Cara Atur Emosi Secara Efektif

Siapa sih yang tidak emosi kalau tersulut perkara?

Sebagian besar orang akan mengeluarkan emosi negatif ketika tersulut masalah. Hal yang sangat wajar, bahkan bisa dibilang mainstream. Namanya juga manusia. Tapi, bukankah akan jadi hebat ketika masih bisa mengontrol diri sekali pun berada di waktu yang paling mengesalkan?

Bukan perkara mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Semua orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, dimulai dari mengendalikan emosinya sendiri. Jadi, bagaimana menjadi orang yang hebat dan stabil secara emosi di zaman yang penuh desakan masalah ini?

 

1. Menenangkan Diri

Karena Labil Bisa Merusak Segalanya, Ini Cara Atur Emosi Secara Efektif

Ilustrasi Menenangkan Diri – Sumber: pixabay.com

Menghadapi sebuah perkara tidak akan pernah berakhir baik ketika mengedepankan emosi. Memang betul, pikiran kita tidak akan pernah jernih ketika menghadapi situasi buruk dengan risiko dan konsekuensi yang membuntutinya. Itulah mengapa ketika menghadapi situasi buruk, menyebalkan, dan tak diinginkan, jauh lebih baik untuk diam dan menenangkan diri.

Seperti sudah jadi kodratnya bahwa kita memiliki naluri untuk mempertahankan diri sendiri. Kita defensif untuk menjadi pihak yang paling benar. Padahal, masalah yang kita hadapi mungkin bukan mencari siapa benar dan salah, tetapi ketidak mampuan kita menjadi sensitif terhadap masalah itu sendiri.

2. Introspeksi Diri Sendiri

Karena Labil Bisa Merusak Segalanya, Ini Cara Atur Emosi Secara Efektif

Ilustrasi Introspeksi Diri – Sumber: pixabay.com

Orang akan dewasa ketika mereka tahu bahwa mereka benar atau salah pada kondisi tertentu – termasuk dengan bagaimana mereka harus bersikap. Benar tak selalu harus dirayakan dengan memproklamasikan diri sebagai pihak yang hebat.  Salah tak selalu harus identik dengan hukuman untuk membodohkan diri sendiri.

Menganalisis masalah tidak bisa hanya dari sudut pandang pribadi. Cobalah memposisikan diri menjadi orang lain dan lihat dari sudut pandangnya. Andaikan Anda berada di posisinya, dengan latar belakang yang membentuk diri mereka sedemikian rupa, Anda pasti menjadi lebih tahu mengapa kalian berselisih.

Sekarang, coba Anda pahami, bagaimana sudut pandang orang lain menilai Anda. Hal itu akan membantu Anda mengoreksi diri sendiri. Bukan hal yang memalukan untuk mengakui bahwa Anda sedang salah. Itu justru sikap yang dewasa. Meskipun tak harus diucapkan secara kata-kata, mengakui bahwa Anda salah juga bisa ditunjukkan dengan sikap lebih rendah hati dan mencoba menghindari kesalahan yang sama di kemudian hari.

3. Empati Pada Orang Lain

Coba Mengerti Perasaan Orang Lain – Sumber: pixabay.com

Tidak pernah menjadi mudah untuk mengandaikan diri menjadi orang lain. Terlebih jika orang lain itu bukan orang yang Anda senangi.

Tapi tahukah Anda bahwa mencoba memposisikan diri menjadi orang lain bisa membuat Anda lebih berempati padanya? Selama ini mungkin Anda hanya memenangkan perasaan pribadi bahwa Anda adalah orang yang seharusnya paling benar. Padahal, bisa jadi orang lain juga tidak melakukan kesalahan. Ketika Anda memiliki empati yang lebih besar pada orang lain, Anda juga bisa menghadapi masalah dan mencari jalan keluar tanpa harus mengorbankan orang lain sebagai pihak yang salah dan harus disingkirkan.

Bukankah hal ini terasa hangat?

4. Meditasi dan Doa

Doa Akan Membantu Meringankan Beban Pikiran – Sumber: pixabay.com

Percaya tidak percaya, tapi jangan remehkan kekuatan doa dan meditasi.

Doa adalah cara manusia berkomunikasi pada Pencipta. Apa yang kita sampaikan melalui doa sesungguhnya mengurangi beban pikiran dan batin kita. Harapannya kita menjadi lebih tenang, beban di kepala berkurang, hingga bisa berpikir secara jernih dan ringan.

Alternatif lain yang mungkin bisa disarankan adalah meditasi. Langkah ini tepat bagi Anda yang sedang dalam fase emosi memuncak. Meditasi mengharuskan Anda menenangkan diri dan pikiran, serta fokus untuk mengatasi masalah tanpa tercampur dengan kondisi-kondisi buruk yang mendukung Anda untuk lebih marah.

5. Latihan Memaafkan Orang Lain dan Lupakan!

Satu hal yang seharusnya menjadi penutup dalam latihan menstabilkan emosi: memaafkan orang lain dan melupakannya. Benar atau salah bukan perkara penting. Anda mungkin senang berdebat dan memenangkan perselisihan tersebut. Tetapi sadarkah Anda bahwa hal ini hanya menyenangkan satu pihak: meyakinkan satu pihak bahwa mereka benar dan memperlakukan pihak lain karena dianggap salah?

Tidak peduli siapa yang benar atau salah. Prinsipnya, ketika Anda salah, mintalah maaf dengan kerendahan hati serta ketulusan. Ketika Anda benar, jangan menyalahkan orang lain sembari mempertegas kebenaran yang Anda punya. Di saat tersebut, Anda memenangkan perdebatan, tetapi tidak dengan hubungan yang baik.

 

Memang bukan persoalan mudah menjadi orang dewasa. Dewasa bukan soal usia, tetapi bagaimana kita menyikapi hal-hal di sekitar kita. Masalah bukan hal yang sekali datang lalu pergi. Ia bisa hadir karena perbuatan kita sendiri. Jika begitu, masih mau mempertahankan kebenaran diri dan kesalahan orang lain?

Mahasiswi Ekonomi yang 'hobi' nulis. Punya ketertarikan jalan-jalan dan foto-foto. Sedikit gendut banyak bahagianya.

More in Life

Popular

To Top