Connect with us

Inflasi pada Bulan Januari 2017 Mengalami Peningkatan Tajam!

Trending

Inflasi pada Bulan Januari 2017 Mengalami Peningkatan Tajam!

Inflasi pada Bulan Januari 2017 Mengalami Peningkatan Tajam!

Inflasi pada Bulan Januari 2017 Mengalami Peningkatan Tajam!

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan angka inflasi pada bulan pertama di tahun ini mencapai 0,97 persen. Sedangkan untuk inflasi dari tahun ke tahun tercatat 3,49 persen dan untuk inflasi tahun kalender di angka 0,97 persen. Inflasi bulanan Januari melampaui ketika puasa bulan Juni 2016 yang sebesar 0,66 persen dan saat lebaran Juli 2016 sebesar 0,69.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, angka inflasi pada Januari 2017 ini lebih tinggi jika dibanding dengan Januari 2015 dan Januari 2016, namun lebih rendah jika dibanding dengan Januari 2014. “Tiga tahun lalu angka inflasi pada Januari mencapai 1,07 persen,” tambah dia. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ada tiga kelompok penyumbang inflasi terbesar pada bulan januari, yaitu:

  • Pertama, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,35% dengan andil sebesar 0,43%. Suryanto menjelaskan, tingginya inflasi pada kelompok ini terutama disumbang oleh beberapa kenaikan harga. “Perpanjangan STNK, biaya administrasinya naik dengan andil 0,23%, disusul tarif pulsa ponsel dengan andil 0,14%, dan bensin karena ada penyesuakan harga dengan andil 0,08%,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya.
  • Kedua, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar juga menjadi penyumbang inflasi tertinggi, yaitu sebesar 1,09% dengan andil 0,26%. Pihaknya mencatat, sejumlah komoditas menyumbang inflasi pada kelompok ini, yaitu kenaikan tarif listrik rumah tangga 900 volt ampere (VA) dengan andil 0,19% dan kenaikan tarif sewa rumah dengan andil 0,04%.
  • Ketiga, kelompok yang menyumbang inflasi terbesar pada bulan lalu, yaitu bahan makanan sebesar 0,66% dengan andil 0,14%. Beberapa komoditas yang menyumbang inflasi yaitu kenaikan harga cabai dengan andil 0,10% dan ikan segar dengan andil 0,07%. Tetapi beberapa harga pangan juga menahan inflasi bulan lalu, yaitu penurunan harga cabai merah dan bawang merah. “Inflasi bahan makanan lebih rendah dibanding inflasi umum, biasanya dia lebih tinggi. Artinya secara umum bahan makanan terkendali,” tambah dia.

Suhariyanto berharap, pemerintah segera menyusun langkah strategis untuk menanggulangi kenaikan inflasi akibat dampak dari harga yang diatur pemerintah tersebut. “Salah satunya, harga pangan harus betul-betul dijaga, baik dari sisi pasokan maupun mata rantai perdagangan,” ujar Suhariyanto.

Bukan hanya Kepala BPS saja yang menyampaikan pendapatnya. Adapun, Kepala Ekonomi Bank CIMB Niaga Adrian Panggabean juga menyampaikan pendapatnya bahwa, inflasi tahunan (year on year/yoy) Januari 2017 yang sebesar 3,49 persen berada di atas konsensus pasar yakni 3,11 persen. “Angka inflasi umum pada Januari 2017 sebesar 0,97 persen secara bulanan. Ini merupakan inflasi bulanan pertama yang di atas 0,5 persen sejak September 2016, bahkan melebihi angka inflasi pada periode Idul Fitri 2016,” kata Adrian.

Menurut Adrian, pada awal 2017, terjadi kenaikan beberapa harga yang diatur pemerintah, seperti tarif dasar listrik 900 VA, bahan bakar non-subsidi, dan perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK), baik roda dua, maupun roda empat.  Selain itu, tarif pulsa telepon ponsel juga naik . “Kenaikan yang terjadi pada tarif listrik ini adalah konsekuensi pengurangan subsidi pemerintah. Pemerintah diharapkan akan meningkatkan pengeluarannya di awal tahun sebagai kompensasi pengurangan subsidi listrik. Pengeluaran pemerintah tersebut diharapkan akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, jika pengeluaran tidak dialokasikan pada awal tahun, maka diperkirakan akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini,” ujar Adrian. Selain itu juga Adrian juga menambahkan bahwa katanya “Kenaikan inflasi, yang sebagian besar disebabkan oleh harga yang diatur oleh pemerintah ini, diprediksi hanya bersifat sementara hingga enam bulan ke depan.” Ujarnya.

Continue Reading
You may also like...

More in Trending

To Top