Connect with us

Harga Rokok Akan Naik Menjadi 50.000 Perbungkus? Apa Alasanya?

Life

Harga Rokok Akan Naik Menjadi 50.000 Perbungkus? Apa Alasanya?

itulho.com – Jika berbicara tentang rokok, pasti mayoritas dari kita akan setuju jika rokok sudah hampir setingkat dengan kebutuhan pokok untuk beberapa orang, khususnya para perokok berat. Hal tersebut juga memicu tingkat resiko penyakit yang disebabkan oleh rokok. Banyak sekali penyakit berbahaya yang bisa timbul karena zat dalam rokok, semisal kanker. Sehingga pemerintah mencoba melakukan beberapa upaya untuk menurunkan jumlah perokok di Indoneasia.

image

Selain menaikan cukai, salah satu cara yang pernah dicoba adalah dengan mewajibkan dipasangnya gambar tentang bahaya yang disebabkan oleh rokok pada setiap bungkus rokok. Namun, ternyata hal tersebut juga kurang efektive. Tingginya jumlah perokok di Indonesia, juga menjadi pemicu banyaknya beban yang ditanggung oleh orang yang memiliki tingkat ekonomi rendah. Karena jika mereka sakit, mereka akan lebih susah untuk menanggung biaya berobat.

Oleh karena itu, Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany berpendapat, bahwa harga rokok harusnya dinaikan hingga 2x lipat. Seperti yang dilansir dari kompas.com, pernyataan Thabrany tersebut ditujukan untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia, terutama anak-anak di bawah umur dan para pelajar. Karena dengan menaikan harga rokok hingga 2x lipat, akan membuat sebagian orang berfikir dua kali untuk membeli rokok. Apalagi kalangan pelajar dan anak-anak yang tentunya memiliki uang terbatas.

image

Bukan hanya itu, meningkatnya jumlah perokok di Indonesia disebabkan karena harga rokok di Indonesia sendiri terbilang sangat murah. Hanya dengan mengeluarkan uang 12.000 rupiah, kita sudah bisa dapat sebungkus rokok. Coba bedakan dengan negara Singapura. Kita harus mengeluarkan uang hingga 120.000 disana hanya untuk sebungkus rokok. Dan dibeberapa negara, kebijakan menaikan harga rokok ternyata cukup efektive untuk menekan jumlah perokok. Bahkan sebagian besar memutuskan untuk berhenti merokok karena harga rokok yang cukup mahal.

Menurut Thabrany, presiden Jokowi harus berani mengambil keputusan tegas untuk menikan harga rokok. Hal tersebut juga sangat berguna untuk melindungi anak-anak dan pelajar dari merokok. Oleh karena itu, Thabrany berencana akan menemui Menteri Keuangan yang baru dilantik, Sri Mulyani untuk membahas masalah ini dalam waktu dekat. Menurut Thabrany, menakan harga rokok hingga 50.000 rupiah/bungkus juga akan menambah pemasukan negara hingga 70 Triliun/tahun untuk bidang kesehatan.

image

Sebelumnya, Thabrany juga telah melakukan riset dengan mensurvey 1000 orang perokok via telepon mulai bulan Desember 2015 hingga Januari 2016. Dan 76% dari peserta survey setuju jika harga rokok dan cukai dinaikan hingga 2x lipat mencapai 50.000/bungkus. Dan 72% dari peserta survey menyatakan akan berhenti merokok jika harga rokok mencapai 50.000/ bungkus.

Pendapat Thabrany ini mendapat dukungan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mendesak Kemenkeu agar harga dan cukai rokok segera dinaikan. Hal tersebut untuk membantu mengurangi para perokok yang sebagian besar dari kalangan pelajar dan anak-anak. Lalu, bagaimana dengan anda? Apakah anda juga mendukung usulan ini?

Continue Reading
You may also like...

Hanya manusia biasa yang humoris dan mudah penasaran dengan hal-hal baru. Memiliki hobi yang simple, terutama menggambar, menulis, dan membaca komik. Cita-cita yang cukup mustahil adalah.. berkeliling jagad raya mempelajari dan melihat hal-hal baru yang menakjubkan hingga dasar Black Hole.. hehehe..

More in Life

Popular

To Top