Connect with us

Cara Membangkitkan Semangat Seseorang Yang Malas Sekolah

Life

Cara Membangkitkan Semangat Seseorang Yang Malas Sekolah

Anak anak di negri Indonesia sudah dicanangkan pemerintah untuk dapat mengikuti wajib belajar 9 tahun (SD, SMP dan SMA), walaupun kenyataannya sampai sekarang rakyat banyak yang tak mampu untuk meneruskan pendidikan sampai 9 tahun karena berbagai macam alasan, terutama masalah ekonomi. Masalah ekonomi memang tak ubahnya sebagai momok bagi pemerintah yang tak kunjung menuai solusi untuk mengurangi angka kemiskinan di Negri, dari tahun ke tahun. Sehingga, banyak anak- anak belia memilih untuk mencari uang dengan mengamen, menjadi kondektur atau menjual barang-barang di jalan demi membantu orang tua mereka mencari nafkah. Terkadang orang tua mereka pun tak memiliki andil besar atau malas untuk memberikan semangat anak mereka agar dapat mengemban pendidikan setinggi-tingginya. Karena apa ? lagi-lagi terkait masalah ekonomi.

Banyak sekolah sekarang sudah menggratiskan biaya pendidikan dan fasilitas yang terdapat didalamnya, namun ternyata hal ini juga tak mengubah paradigma rakyat yang menengah kebawah untuk bersemangat menempuh pendidikan di sekolah. Mereka lebih bersemangat untuk mencari uang dengan bekerja serabutan demi memenuhi pendapatan sehari-sehari. Padahal yang kita tahu, pendidikan sangatlah penting untuk generasi masa kini agar pola pikir dapat berkembang dengan baik sehingga dapat selalu bijak menghadapi persoalan hidup. Berikut adalah beberapa cara membangkitkan semangat seseorang yang malas sekolah :

[nextpage title=”1″]

1. Dekati dan Kenali.

Mengapa harus didekati ? Karena biasanya seseorang akan lebih mendengar nasihat dari orang-orang terdekat bukan dari orang yang baru saja dikenalnya. Dekati dan kenali dulu watak si anak, berikan kehangatan dari sikap Anda agar Anda dapat akrab dulu dengan si anak sembali sesekali diberikan motivasi pendidikan dengan cara yang halus. Anak sibawah umur 12 tahun cenderung mengatakan bahwa orang tua mereka adalah Tuhan. Dalam artian, selalu benar dan tak pernah salah di matanya. Hal ini yang harusnya diubah pelan-pelan. Ketika ada hal yang salah pada orang tuanya, jangan langsung mengatakan “salah” namun cobalah memberikan pengalaman seseorang yang tidak baik karena pernah mengikuti jalan yang seperti itu.

2. Bercerita Tentang Kesuksesan Seseorang Karena Sekolah.

Sering-seringlah Anda bercerita tentang orang yang sukses dengan pendidikannya walaupun banyak juga yang menganggur setelah lulus dari sarjana. Bekerja menjadi sukses tidak melulu harus mengikuti kata orang atau menjadi karyawan. Namun ada baiknya menjadi pekerja diawal diperlukan sebagai batu loncatan untuk meraih modal atau untuk dijadikan sebagai pengalaman agar Anda tahu kerasnya dunia kerja itu seperti apa. Menjadi sukses terletak pada ide dan pemikirannya yang kreatif sehingga dapat responsif menghadapi gejolak ekonomi, bukan pada seberapa kuat ia bekerja.

Sebagai contoh, pengusaha gojek yang sedang booming sekarang adalah seorang lulusan S2 Harvad University. Tetapi ia memiliki ide yang cemerlang untuk dapat membuka lapangan pekerjaan yang luas untuk para ojeker-ojeker. Mengapa seseorang dapat memiliki ide yang tak dibayangkan dibenak kita sebelumnya? Karena mereka belajar dan bersekolah.

[nextpage title=”1″]

3. Ajarkan Pelajaran Sekolah dari Buku Yang Ringan

Ambilah buku bekas sekolah Anda dulu, dan bagikan ilmunya kepada anak-anak. Atau Anda juga dapat membuat semacam kelompok belajar untuk mereka agar dapat membentuk kebiasaan baik belajar disetiap hari. Ketika belajar ini menjadikannya hoby dan iapun sudah dapat menerima nasihat dengan baik, sudah dengan sendirinya keinginan sekolah itu pasti muncul. Ia akan memiliki keingintahuan yang tinggi terhadap segala sesuatu dan memiliki ambisi yang besar di masa depan.

4. Berikan Pengertian Kepada Orangtua.

Memberikan nasihat kepada orang tua memang tidak mudah. Mereka menganggap kita sebagai anak muda tak pantas memberikan masukan kepada mereka yang sudah mengalami pahit manisnya kehidupan sejak lama. Mereka memang tak bisa disalahkan begitu saja dengan mengatakan kejujuran dengan tegas terhadap apa yang ada di benak kita. Terkadang, sebelum kita memberi tahu tentang sesuatu yang salah di diri mereka harus diawali dengan kita yang meminta maaf terlebih dahulu. Katakanlah baik-baik dan dengan hati yang lembut. Semoga lambat laun hati mereka menjadi lunak sehingga dapat mengizinkan anak mereka mendapatkan haknya untuk bersekolah bahkan kalau bisa berkuliah sampai setinggi-tingginya.

Continue Reading
You may also like...

Always say "Alhamdulillah."

Click to comment

Leave a Reply

More in Life

Popular

To Top