Connect with us

Apa bedanya antara Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Plus?

Trending

Apa bedanya antara Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Plus?

PT Pertamina (Persero) saat ini memasarkan beberapa jenis BBM bensin untuk kelas konsumen berbeda antara lain Premium, Pertamax, dan Pertamax Plus, serta Pertalite yang belum lama ini diluncurkan oleh Pertamina. Lalu, apa perbedaan diantaranya?

Berikut perbedaan antara Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Plus.

1. Premium
RON (Research Octane Number) : 88
warna cairan: kuning

penggunaan: untuk mesin kendaraan tua atau modern dengan kompresi mesin rendah hingga maksimal sekitar 1:9,5

kekurangan:
– belum mengandung zat Additif untuk membersihkan ruang bakar mesin
– belum mengandung Ikatan Carbon seperti Oliffin, Aromatik, dll
– menghasilkan gas NOx dan COx dalam jumlah yang banyak yang berakibat kurang ramah lingkungan
– sangat rentan dengan pencemaran udara yang berakibat pada pemanasan global apabila kondisi mesin kendaraan tidak mendapat perhatian, oleh karena itu Amerika dan Eropa telah melarang penggunaan jenis bahan bakar spesifikasi ini pada tahun 2010
– pada dasarnya kompresi mesin di atas 1:9,0 tidak disarankan menggunakan Premium, namun masyarakat tetap memilih Premium karena faktor harga yang murah, sebagai akibatnya performa mesin tidak maksimal dan pembakaran BBM cenderung tidak sempurna sehingga menghasilkan polusi udara

kelebihan:
– harganya paling murah, sehingga menjadi favorit bagi masyarakat
– kabar baiknya, sejak 2006 Pemerintah memberi batasan standar mutu Premium menjadi tanpa logam Timbal, sehingga lebih ramah lingkungan dibanding sebelumnya

2. Pertalite
RON (Research Octane Number) : 90
warna cairan: hijau

penggunaan: untuk mesin kendaraan modern dengan kompresi mesin rendah hingga maksimal 1:10,0

kekurangan:
– masih menghasilkan gas NOx dan COx dalam jumlah yang kurang bersahabat dengan lingkungan

kelebihan:
– sudah mengandung zat Additif corrotion inhabitor (anti karat), detergency (pembersih kerak Carbon pada ruang bakar mesin), dan demulsifier (penjaga kemurnian BBM dari air)
– bebas logam Timbal dan logam lainnya
– harganya hanya sedikit lebih mahal dibandingkan dengan Premium
– RON 90 sangat cocok digunakan untuk mesin kendaraan komuter harian saat ini

3. Pertamax
RON (Research Octane Number) : 92
warna cairan: biru

penggunaan: untuk mesin kendaraan modern dengan kompresi mesin hingga maksimal 1:11,0  dan wajib digunakan untuk kompresi mesin di atas 1:10,0

kekurangan:
– harganya yang lebih mahal dibanding Premium menjadikan Pertamax sebagai BBM kelas ekonomi menengah ke atas

kelebihan:
– mengandung zat Additif corrotion inhabitor, detergency, dan demulsifier
– bebas logam Timbal dan logam lainnya
– menghasilkan gas NOx dan COx dalam jumlah yang sedikit sehingga ramah lingkungan
– nilai RON yang tinggi mampu memberikan performa terbaik mesin kendaraan modern

4. Pertamax Plus
RON (Research Octane Number) : 95
warna cairan: merah

penggunaan: untuk mesin kendaraan modern atau high performance dengan kompresi mesin tinggi dan wajib digunakan untuk kompresi mesin diatas 1:11,0

kekurangan:
– memiliki harga paling mahal diantara BBM lainnya
– hanya dijual di kota-kota besar dan beberapa SPBU saja

kelebihan:
– memenuhi performance International World Wide Fuel Charter (WWFC)
– mengandung zat Additif corrotion inhabitor, detergency, dan demulsifier
– logam Timbal dan logam lainnya tidak terdeteksi
– menghasilkan gas NOx dan COx dalam jumlah paling sedikit sehingga sangat ramah lingkungan
– nilai RON yang sangat tinggi mampu memberikan performa terbaik untuk mesin kendaraan berkompresi tinggi hingga ekstrim seperti motor/mobil sport dan kendaraan dengan high performance engine lainnya

Selain keempat produk BBM bensin diatas, Pertamina juga menjual jenis bensin dengan spesifikasi tertinggi, yaitu:

5. Pertamax Racing
RON (Research Octane Number) : 100
warna cairan: hijau

penggunaan: untuk mesin kendaraan sport/balap dengan kompresi mesin minimal 1:10,0 atau didesain hanya untuk kompetisi balap, performa terbaik hanya dapat dirasakan untuk kompresi mesin di atas 1:11,0

kekurangan:
– hanya dijual dalam bentuk kemasan 5, 10, dan 20 liter, serta 2 SPBU di Jakarta
– harganya sangat mahal, sekitar Rp 40.000 – 50.000 per liter (dapat berubah mengikuti harga minyak dunia) atau sekitar Rp 1,2 juta dalam bentuk kemasan 20 liter

kelebihan:
– memenuhi standar federasi balap internasional: Federation International Motor (FIM) dan Federation International Automobile (FIA), sehingga dapat diekspor
– tidak menimbulkan emisi yang membahayakan kesehatan mekanik, pembalap dan penonton acara balap
– dapat digunakan untuk mesin kendaraan sport/balap berkompresi ekstrim hingga lebih dari 1:13,0

 

referensi:
http://prokum.esdm.go.id/kepdirjen/kepdjm-3674-2006.pdf

 

Continue Reading
You may also like...

A young man who fights for his Future, Dreams, and Family.

Click to comment

Leave a Reply

More in Trending

Popular

To Top