Connect with us

3 Waktu Terbaik Manusia

Life

3 Waktu Terbaik Manusia

3 Waktu Terbaik Manusia.

Manusia, pada hakikatnya hanya memiliki 3 waktu dalam kesempatan hidupnya.

Pertama, waktu untuk beribadah,

Kedua, waktu untuk memperbaiki diri, 

Ketiga, waktu untuk mencintai.

Ketiganya merupakan peluang bagi manusia untuk menghasilkan sesuatu yg bermanfaat dan memiliki porsi berbeda-beda sesuai prinsip yang dipegang. Semakin merangkak ke atas, kita akan melihat semakin sedikit orang yg tergerak ke arah sana, untuk memenuhi seluruh waktunya dengan beribadah. Yang mana, ibadah adalah cara yg baik agar dapat memperbaiki diri dan mencintai dengan cara yg tepat kepada orang yg tepat, lillahi ta’ala.

Beribadah, bukan hanya soal bagaimana kita khusuk dalam menjalin hubungan kepada Tuhan, pun bukan hanya dilihat dari cara yang baik kita melakukan ibadah. Tetapi bagaimana cara kita konsisten melakukan serta dapat menyeimbangkan dengan perilaku yang baik kepada sesama makhluk hidup. Tak ayal, semua memang semata-mata karena ibadah.

Memperbaiki diri. Ada prinsip perusahaan manufaktur jepang yang dapat ditiru. Yaitu, kaizen (perbaikan terus menerus). Artinya kita tidak harus melakukan resolusi perubahan terlalu signifikan di tiap harinya, tapi apa yang sudah ada, kita perbaiki secara berkelanjutan. Perlahan-lahan dengan semangat. Sehingga, dapat menambah kualitas individu menjadi semakin baik.

Mencintai. Mencintai merupakan fitrah yang sejatinya suci. Ketika rasa itu datang, sudah selayaknya harus diperjuangkan bila kita benar-benar yakin. Waktu saat saling memiliki dalam ikatan cinta merupakan waktu terindah yang harus dimanfaatkan dengan baik. Dan lagi, landasannya adalah tetap Tuhan Yang Maha Esa. Karena Ia, sang penguasa hati setiap makhluknya.

Manusia moderat, kini disibukkan dengan ambisi untuk mencari kesuksesan dalam karirnya. It’s Ok, asal itu hanya jeda selang kita tetap berusaha menjadikan Allah di garda terdepan. Terkecuali kita lupa, bahwa catatan amal kita ternyata jauh lebih sedikit dari puluhan lembar kertas usang yg ada di meja kerja.

“Ada yang menganggap waktu itu hanyalah sebuah penantian menuju akhir dari suatu masa.

Ada yang menganggap waktu adalah kesempatan untuk berusaha agar kita tidak mati dengan sia sia.”

Dua hal tersebut sangatlah berbeda. Kehidupan memang pada saatnya akan berakhir, tetapi dunia bukanlah sekedar ruang tunggu. Dunia merupakan ladang terbaik kita memupuk kebaikan kapanpun, dimanapun dan pada siapapun.

Always say "Alhamdulillah."

1 Comment

1 Comment

  1. intaanmutiaintan

    October 23, 2015 at 4:28 pm

    waww kereeenn hahaa

Leave a Reply

More in Life

Popular

To Top